Antisipasi Gagal Panen akibat Kemarau, Pemkab Tangerang Petakan Lahan Rawan

Sultan Tanjung
Pemkab Tangerang siapkan mitigasi menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. (Foto: Istimewa).

TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai memetakan lahan pertanian yang berpotensi mengalami gagal panen akibat kekeringan selama musim kemarau panjang.

Langkah mitigasi ini disiapkan untuk menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyampaikan bahwa pendataan kawasan terdampak terus berjalan.

Pendataan Masih Berproses

Beberapa wilayah yang teridentifikasi rawan kekeringan meliputi Kecamatan Rajeg, Gunung Kaler, Mekar Baru, dan Kronjo.

"Terkait dengan lokasi yang mengalami kekeringan hingga saat ini pendataan masih berproses," kata Ujang, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Banten, puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026 akibat fenomena El Nino. Curah hujan diperkirakan sangat rendah, yakni hanya berkisar 0 hingga 50 milimeter, yang berisiko menekan produktivitas pertanian lokal.

Guna menekan risiko tersebut, DPKP berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian PU, BBWS, dan Pemprov Banten untuk menyalurkan berbagai program bantuan.

Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network