Proses Detoks Media Sosial
3. Istirahat
Memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat juga penting dalam proses detoks media sosial. Mengurangi paparan notifikasi dan aktivitas digital dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk menjalani waktu tanpa terus-menerus memeriksa ponsel.
“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” kata dr. Adam.
Menurutnya, tujuan detoks media sosial bukan sekadar mengurangi durasi penggunaan aplikasi.
Langkah ini juga bertujuan mengurangi kebiasaan terus-menerus melihat notifikasi, membandingkan diri dengan orang lain, serta menekan FOMO (fear of missing out).
Bagi seseorang yang mulai merasa lelah setiap membuka media sosial, mengambil jeda dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali kebiasaan digital.
Dengan memperbanyak aktivitas offline, detoks media sosial diharapkan dapat membantu membangun pola hidup yang lebih seimbang. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
