PODCAST : Dikiranya Santet, Padahal ?!@#*, Bersama Komunitas Hipnotis Tangerang

Syahrir Rasyid
.
Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:04 WIB

HIPNOTIS seringkali dikaitkan dengan kejahatan. Saking seringnya menyebabkan arti hipnotis seolah-olah adalah sebuah kejahatan. Munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat soal hipnotis  tidak bisa serta merta disalahkan.

Sebab, ketika seorang korban kriminal - kehilangan uang dan harta terutama di luar rumah atau di jalan maka sering kali menyebut dirinya korban hipnotis.

Lebih lengkap simak Podcast iNewsSerpong, klik di laman ini

Menanggapi persoalan hipnotis yang dihubungkan dengan kejahatan, Ketua Komunitas Hipnotis Tangerang, Muhammad Dwiki Ahsana Ramadhan, menilai perlu adanya sosialisasi dan edukasi lebih jauh kepada masyarakat tentang apa itu hipnotis? Dan, manfaatnya apa?

"Orang yang menjadi korban hipnotis selalu ada pintu masuknya. Artinya antara korban dan pelaku pasti terjadi interaksi sebelumnya," jelasnya Dwiki.

Meminjam istilah Dwiki yang lebih akrab dipanggil Rama bahwa pintu masuk itu dikalangan praktisi hipnotis disebut juga kontrak. Kontrak disini bukan dalam arti harafiah melainkan sebuah pembicaraan yang mengantarkan seseorang bersedia melakukan sesuatu yang diinginkan lawan bicaranya.

Rama mencontohkan ada tiga pertanyaan yang menjadi kontrak awal, yakni mulai nanya nama, alamat, pekerjaan. Seetelah itu, pembicaraan akan berlanjut yang pada akhirnya akan jatuh korban. Apakah kena hipnotis atau tidak, boleh jadi tetapi bisa juga tidak. "Pengalaman saya lebih banyak karena ditipu," ujarnya.

Harus Tetap Kritis

Karena itu, Rama menyarankan, bila berhadapan dengan orang baru dikenal, seseorang harus tetap kritis. Itu salah satu menghindari masuknya kejahatan hipnotis dan penipuan. Meski demikian, Rama tidak terlalu yakin bahwa seseorang diperdaya karena dihipnotis. Boleh jadi itu hanya sebuah tipu-tipu namun korban malu untuk mengakuinya.

"Jalan pintas menyebut dirinya dihipnotis. Jadi hipnotis jadi kambing hitam. Karena ini alasan paling gampang dan tidak menimbulkan pertanyaan lagi," jelasnya.      

Lalu, apa bedanya hipnosis dan hipnotis? Rama membeberkan bahwa hipnosis merujuk pada ilmunya, sedang kata hipnotis menunjukkan sebagai praktisi. Namun, pada prakteknya kata hipnosis dan hipnotis sudah menjadi satu arti. "Tidak masalah mau menggunakan hipnosis atau hipnotis keduanya benar," terang Rama.

Belajar hipnotis ternyata cukup gampang. Seorang pemula bisa menyerap ilmu hipnotis hanya dalam waktu dua jam sudah bisa mempraktikkan. Rama menjelaskan, dalam penyembuhan penyakit secara modern, hipnotis sangat efektif yang dikenal dengan  nama hipnoterafi. Berbagai penyakit bisa disembuhkan. (*)

 

 

Editor : Syahrir Rasyid
Bagikan Artikel Ini