Investor Wajib Tahu, 45 Istilah dalam Investasi Saham Biar Gak Nyangkut

ARB atau Auto Rejection Bawah adalah kebalikan dari ARA yang artinya batasan maksimal penurunan harga saham dalam satu hari.
Bandar merupakan istilah gaul dalam saham yang merujuk pada pihak yang memiliki modal besar dan berpeluang menggerakkan harga saham di pasar modal.
Istilah bandar sendiri lebih umum ditujukan pada suatu institusi seperti perusahaan sekuritas dan manajer investasi daripada kelompok investor atau individu, sekalipun keduanya tetap memiliki kemungkinan untuk menggerakkan harga saham.
Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana, untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek (saham, obligasi, dll) dari pihak-pihak yang ingin memperdagangkan Efek tersebut.
Buy Back artinya pembelian kembali saham yang beredar di publik (masyarakat) oleh perusahaan yang menerbitkan saham tersebut
Dividen adalah bagian laba perusahaan pada suatu periode yang ditetapkan oleh direksi untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibagikan secara rutin 1-2 kali dalam setahun, baik dalam bentuk uang tunai maupun bonus saham.
Emiten adalah sebutan untuk perusahaan yang menerbitkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI. Tujuannya untuk memantau bagaimana kinerja pasar saham di Indonesia secara keseluruhan.
IPO atau Initial Public Offering adalah istilah dalam saham yang merujuk pada perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Editor : A.R Bacho