Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Merek Jepang dan Korea Lewat, Ini 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Juni 2025
Advertisement . Scroll to see content

Persaingan Usaha Tak Sehat di Industri Otomotif, Publik Ikut Jadi Korban

Senin, 30 September 2024 | 13:55 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Persaingan Usaha Tak Sehat di Industri Otomotif, Publik Ikut Jadi Korban
Industri otomotif.(Foto : SINDOnews)

Praktik persaingan tidak sehat ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga pada konsumen yang kehilangan akses ke berbagai pilihan produk berkualitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara pengusaha dengan pihak berwenang sangat diperlukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil.

Hal itu seperti yang diungkapkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Mone Stepanus. Katanya, “Secara tidak langsung konsumen akan dirugikan, karena pilihannya akan barang yang diinginkan itu lebih terbatas.”

Mone menyatakan bahwa pada dasarnya, setiap bisnis pasti ingin berkembang. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengembangkan bisnis adalah dengan mencoba meningkatkan bargaining power. Namun ini harus sesuai dengan norma yang ada.

“Regulator harus memastikan bahwa peningkatan bargaining power tersebut tidak melanggar norma hukum, khususnya persaingan usaha yang tidak sehat,” tandasnya.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut