get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : Manusia yang Merugi di Bulan Ramadhan  

HIKMAH JUMAT : Pulang

Jum'at, 28 Maret 2025 | 05:23 WIB
header img
Pulang kampung alias mudik sudah menjadi tradisi setiap menjelang Lebaran. (Foto: Ist)

Dengan pulang cepat juga membuat para pelajar dapat segera terbebas dari aturan sekolah dan bermain suka-suka bersama teman-teman sepermainan.

Kini, setelah kita dewasa, pulang cepat juga masih tetap disukai.

Bahkan bagi para perantau, libur panjang seperti libur akhir Ramadhan hingga awal Syawal sering dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

Ketika para perantau ditanya terkait dengan alasan mereka pulang kampung ketika ada momen libur panjang khususnya idul fitri, rata-rata mereka akan menjawab karena rindu dengan keluarganya terlebih lagi dengan orang tuannya yang ada di kampung halaman.

Orang tua yang mereka rindukan adalah manusia yang menjadi sumber cintanya, kasih sayangnya, penyemangat hidupnya, kehidupannya, pemersatu keluarganya, dan segudang alasan lainnya. Dengan alasan inilah mereka memilih bercapek-capek di jalanan untuk pulang kampung.

Rasa lelah mereka di perjalanan terbayar sudah ketika mereka telah berjumpa dengan orang tuanya. Hilang rasa capeknya dan berganti dengan suka cita serta gembira dapat bertemu dengan orang tua dan keluarga tercinta.

Mendengar penjelasan seperti itu, para jamaah terdiam dan tampak setuju dengan apa yang saya sampaikan. Selanjutnya saya bertanya: “Bagaimana jika saat ini, para jamaah tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Allah untuk pulang bersama-sama?”

Sontak para jamaah pun menjadi ricuh saling bersahutan memberikan jawaban antara satu dan yang lainnya. Dari atas mimbar, saya hanya bisa tertawa melihat para jamaah yang sepertinya tidak siap untuk menerima panggilan pulang dari Allah Ta’ala.

Setelah suasana mulai reda, maka saya pun mengutip sebuah ayat dari Al-Qur’an surat Al-Baqarah [2] ayat ke-156 yang artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Ayat di atas, merupakan salah satu ayat cinta yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala sangat sayang dan sangat romantis kepada hamba-hamba-Nya. Bagaimana  tidak, pada ayat tersebut seolah-olah Allah mengatakan bahwa kita, manusia semuanya, adalah milik Allah dan pasti akan kembali kepada Allah.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto: Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut