HIKMAH JUMAT : Ramadhan: Syahrul Maghfirah
Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si. -- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; Ketua PCM Pagedangan, Tangerang
BULAN RAMADHAN adalah bulan yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan penuh rahmat, keberkahan, dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setiap tahun, Ramadhan hadir sebagai momentum pembersihan jiwa, penghapus dosa, dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Ramadhan sebagai syahrul maghfirah (bulan ampunan).
Allah Subhanahu wa Ta’ala secara khusus menyebut kemuliaan Ramadhan melalui firman-Nya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah fisik berupa menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan turunnya Al-Qur’an, pedoman hidup umat manusia. Kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi salah satu jalan utama meraih ampunan Allah.
Selain itu, Allah juga berfirman dalam hadits qudsi: “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli (seberapa banyak dosamu).” (HR. Tirmidzi)
Oleh karenanya, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan istighfar, karena pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya. Perhatikan hadits berikut ini: “Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya Ramadhan. Suasana spiritual menjadi lebih kondusif. Godaan setan berkurang, peluang berbuat baik semakin besar. Ini adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk kembali kepada Allah dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Namun, meski setan dibelenggu, hawa nafsu tetap ada. Maka, Ramadhan juga menjadi ajang pelatihan pengendalian diri. Jika seseorang tidak mampu memanfaatkan kesempatan ini, sungguh ia termasuk orang yang merugi.
Baginda Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan keras agar kita tidak menyia-nyiakan Ramadhan. Beliau bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. Tirmidzi)

Editor : Syahrir Rasyid