get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : We Are The Champions

HIKMAH JUMAT : Ramadhan: Syahrul Maghfirah

Jum'at, 20 Februari 2026 | 05:01 WIB
header img
Setiap tahun, Ramadhan hadir sebagai momentum pembersihan jiwa, penghapus dosa, dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri. (Foto: Ist)

Puasa sebagai Penghapus Dosa

Puasa Ramadhan memiliki keutamaan luar biasa dalam menghapus dosa. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaratnya jelas, yakni iman dan ihtisab. Artinya, puasa dilakukan dengan keyakinan penuh kepada Allah dan semata-mata mengharap pahala-Nya, bukan sekadar rutinitas atau tradisi tahunan.

Terlebih lagi, di dalam Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini dinanti-nanti dan diburu oleh orang-orang yang mengharapkan keutamaannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr [97]: 1–3)

Sementara itu, Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa besar kasih sayang Allah. Dalam satu malam saja, dosa-dosa yang lalu dapat diampuni. Oleh karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak ibadah, qiyamul lail, istighfar, dan doa.

Ibunda Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW: “Doa apa yang sebaiknya dibaca saat Lailatul Qadar?” Beliau menjawab: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (HR. At-Tirmidzi)

Doa ini sangat singkat, tetapi sarat makna, yakni: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Ia mencerminkan harapan seorang hamba yang menginginkan ampunan sepenuhnya dari Allah Yang Maha Pengampun.

Selanjutnya, Ramadhan juga menjadi momentum terbaik untuk bertaubat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur [24]: 31)

Taubat yang diterima adalah taubat yang memenuhi syarat, yaitu menyesal atas dosa, berhenti dari perbuatan tersebut, dan bertekad tidak mengulanginya. Jika dosa berkaitan dengan hak manusia, maka harus disertai dengan meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut.

Ramadhan memudahkan proses taubat karena suasana hati lebih lembut, masjid-masjid ramai, tilawah Al-Qur’an menggema, dan semangat berbagi meningkat. Inilah saat yang tepat untuk membersihkan hati dari iri, dengki, sombong, dan segala bentuk penyakit hati lainnya.


Ramadhan adalah tamu agung yang datang hanya sebulan dalam setahun. Tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadhan di tahun yang akan datang. (Foto: Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut