HIKMAH JUMAT : Mi’rajnya Orang Beriman
Salah satu contoh mi’raj rohani yang menginspirasi adalah perjalanan hidup Umar bin Khattab RA sebelum dan sesudah memeluk Islam. Sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai seseorang yang keras dan menentang dakwah Baginda Rasulullah SAW.
Namun, setelah hatinya terbuka oleh ayat Al-Qur'an (QS. Thaha [20]: 1-8), Umar pun menjadi salah satu sahabat yang paling berpengaruh dalam Islam. Umar menunjukkan bahwa mi’raj rohani dapat terjadi ketika hati seseorang terbuka terhadap kebenaran. Ia menjadi pemimpin yang adil dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dalam setiap keputusannya.
Bagi orang beriman, mi’raj rohani yang dilakukannya setiap hari memiliki hikmah yang luar biasa, di antaranya:
Mi’raj adalah momen refleksi yang menguatkan keyakinan seorang mukmin kepada Allah Ta’ala dan janji-janji-Nya.
Seorang mukmin yang menjalani mi’raj ruhani akan senantiasa mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya.
Allah Ta’ala berfirman: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." (QS. Al-Qasas [28]: 77). Ayat ini mengajarkan bahwa mi’raj orang beriman adalah perjalanan menuju akhirat yang diraih dengan amal shaleh di dunia.
Berdasarkan paparan di atas, maka dapat kita pahami bahwa mi’raj bagi orang beriman adalah perjalanan rohani yang mengarahkan jiwa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Setiap langkah dalam ketaatan, ibadah, dan amal saleh adalah bagian dari perjalanan ini.
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW diberi kehormatan untuk naik ke langit dalam peristiwa Isra dan Mi’raj, maka seorang mukmin juga diberi kesempatan untuk "naik" dalam kehidupannya melalui ibadah yang tulus dan ketaatan yang penuh kepada Allah.
Kita berdo’a dan berharap kepada Allah Ta’ala, agar kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa menjalani mi’raj rohani dan mendapatkan ridha Allah Ta’ala baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Aamiin. (*)

Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Syahrir Rasyid