get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : Menghentikan Kelalaian

HIKMAH JUMAT : Dzulhijjah, Saat Dunia Mengajarkan Memiliki, Islam Mengajarkan Melepaskan

Jum'at, 05 Juni 2026 | 05:02 WIB
header img
Sejatinya, qurban adalah latihan melepaskan. Melepaskan sebagian harta untuk orang lain. Melepaskan ego yang selalu ingin dipuji. Melepaskan sifat kikir yang bersemayam dalam hati. (Foto: Ist)

Qurban Bukan Tentang Hewan

Banyak orang mengira qurban hanya soal membeli kambing atau sapi, lalu menyembelihnya pada hari raya. Padahal Al-Qur'an menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah darah dan dagingnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj [22]: 37)

Ayat ini seperti tamparan bagi masyarakat modern yang sering terjebak pada simbol tetapi melupakan substansi. Bisa jadi hewan qurban kita besar, tetapi keikhlasan kita kecil. Bisa jadi nilai qurban kita mahal, tetapi ketakwaan kita murah.

Bisa jadi kita mampu menyembelih sapi, tetapi tidak mampu menyembelih kesombongan, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Padahal qurban sejatinya adalah latihan melepaskan.

Melepaskan sebagian harta untuk orang lain. Melepaskan ego yang selalu ingin dipuji. Melepaskan sifat kikir yang bersemayam dalam hati. Melepaskan keterikatan berlebihan terhadap dunia yang fana.

Penyakit Zaman: Terlalu Mencintai Dunia

Salah satu penyakit terbesar umat manusia hari ini bukanlah kemiskinan materi, melainkan kemiskinan ruhani. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Hampir tiba suatu masa ketika bangsa-bangsa memperebutkan kalian sebagaimana orang-orang memperebutkan hidangan di atas nampan." Para sahabat bertanya, "Apakah karena jumlah kami sedikit?"

Rasulullah menjawab, "Bahkan kalian banyak, tetapi seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian dan menanamkan al-wahn dalam hati kalian." Para sahabat bertanya, "Apa itu al-wahn?" Rasulullah menjawab, "Cinta dunia dan takut mati."

Hadits ini terasa begitu aktual. Hari ini manusia rela mengorbankan kejujuran demi keuntungan. Mengorbankan keluarga demi karier. Mengorbankan integritas demi popularitas. Bahkan ada yang mengorbankan agamanya demi kenyamanan hidup. Na’udzubillah.

Kita sering berbicara tentang pengorbanan, tetapi kenyataannya justru banyak yang mengorbankan nilai-nilai Islam demi dunia, bukan mengorbankan dunia demi Allah.


Hari ini, manusia rela mengorbankan kejujuran demi keuntungan. Mengorbankan keluarga demi karier. Mengorbankan integritas demi popularitas. (Foto: Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut