Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : HIKMAH JUMAT : Sabar Saja Tidak Cukup
Advertisement . Scroll to see content

HIKMAH JUMAT : Ikhlas Tanpa Tapi

Jum'at, 25 September 2026 | 05:02 WIB
  • author Tim iNews Serpong
HIKMAH JUMAT : Ikhlas Tanpa Tapi
Persoalan ikhlas bukan perkara kecil. Ikhlas adalah pertarungan sunyi yang mungkin tidak diketahui siapa pun. (Foto: Ist)

Barangkali inilah salah satu ujian keimanan yang paling halus: ketika amal kita tampak baik di hadapan manusia, tetapi niat kita masih harus berjuang di hadapan Allah.

Sementara itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya...” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Ayat ini seperti cermin yang diarahkan tepat ke wajah kita. Allah tidak hanya melihat apa yang kita kerjakan. Ada perkara yang jauh lebih dalam: kepada siapa amal itu ditujukan.

Sebab dua orang bisa melakukan kebaikan yang sama, tetapi membawa niat yang berbeda. Yang satu memberi karena Allah. Yang lain memberi karena ingin dikenang.

Yang satu membantu karena ingin meringankan beban saudaranya. Yang lain membantu karena ingin dianggap paling berjasa.

Dari luar, keduanya mungkin tampak sama. Tetapi Allah mengetahui apa yang bersembunyi di balik dada. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, persoalan ikhlas bukan perkara kecil. Ia adalah pertarungan sunyi yang mungkin tidak diketahui siapa pun. Tidak ada yang tahu ketika kita sedang melawan keinginan untuk dipuji.

Tidak ada yang tahu ketika kita menahan diri agar tidak mengungkit pemberian. Tidak ada yang tahu ketika kita memilih diam, padahal hati ingin berkata, “Kalau bukan karena saya, kamu tidak akan sampai di titik ini.”

Memang tidak ada yang tahu. Tetapi Allah tahu. Dan mungkin justru di situlah letak kemuliaan ikhlas: ketika manusia tidak melihat perjuangan hati kita, tetapi Allah melihatnya dengan sempurna.

Maka jangan buru-buru bangga ketika kita mampu melakukan banyak kebaikan. Tanyakan sesuatu yang lebih sulit: Bisakah saya tetap berbuat baik ketika tidak ada yang melihat?

Bisakah saya tetap memberi ketika tidak ada ucapan terima kasih?

Bisakah saya tetap memaafkan ketika orang yang saya maafkan bahkan tidak tahu bahwa saya sedang berjuang untuk memaafkannya?

Bisakah saya tetap ikhlas ketika kebaikan saya dibalas dengan keburukan?

Di situlah kata “ikhlas” berhenti menjadi slogan dan mulai menjadi perjuangan. Sebab ikhlas bukan sekadar berkata, “Saya tidak apa-apa.” Ikhlas adalah ketika hati benar-benar belajar berkata: “Tidak apa-apa jika manusia tidak tahu. Allah tahu.”


Ikhlas berarti tidak mengharapkan pujian, sanjungan, pencitraan, atau sebutan-sebutan tertentu sebagai imbalan duniawi. (Foto: Ist)
 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut