Cetakan Pertama ISBN Palsu
Karena ada dua cetakan, cetakan pertama diduga menggunakan ISBN palsu, sedangkan cetakan kedua sudah benar,” katanya.
Abdul menegaskan, laporan tersebut tidak berkaitan dengan isi buku maupun substansi kritik yang dimuat dalam karya tulis tersebut.
Menurut dia, persoalan utama yang dipermasalahkan adalah legalitas ISBN yang digunakan dalam penerbitan buku.
Pihak Roy Suryo mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung kepada penyidik untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
