HIKMAH JUMAT : Begitulah Dunia

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Purbaya Yudhi Sadewa bersama jurnalis usai dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Jabatan boleh berganti. Kekuasaan boleh berpindah. Tetapi amanah dan pertanggungjawaban tidak pernah ikut berganti. (Foto: Ist)

Bedanya, ada yang jabatannya diumumkan melalui media massa dan ada yang tidak. Ada yang memiliki kantor megah dan ada yang bekerja dari rumah. Ada yang memiliki ribuan bawahan dan ada yang hanya bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tetapi di hadapan Allah, semuanya akan ditanya.

Dunia Berakhir, Catatan Tidak

Kita sering sibuk menjaga citra di hadapan manusia. Takut reputasi rusak. Takut jabatan hilang. Takut kehilangan kekuasaan. Takut tidak lagi dihormati. Tetapi pernahkah kita takut ketika catatan amal kita ternyata buruk?

Pernahkah kita gelisah ketika amanah yang kita pegang ternyata menjadi beban di akhirat? Inilah pertanyaan yang jauh lebih penting.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Al-Zalzalah [99]: 7–8)

Tidak ada yang benar-benar hilang. Kebaikan yang mungkin tidak dihargai manusia tetap tercatat. Kejujuran yang tidak mendapat tepuk tangan tetap tercatat. Pengabdian yang tidak masuk pemberitaan tetap tercatat.

Demikian pula penyalahgunaan amanah, ketidakadilan dan pengkhianatan yang mungkin tidak diketahui manusia, semuanya berada dalam pengetahuan Allah. Karena itu, jangan terlalu mencintai kursi.

Kursi hanya tempat kita duduk sementara. Yang akan menentukan nasib kita bukan berapa lama kita mendudukinya, tetapi bagaimana kita menggunakannya.

Pada akhirnya, semua jabatan akan selesai. Semua kekuasaan akan berpindah. Semua fasilitas akan ditinggalkan. Bahkan tubuh yang selama ini kita rawat pun akan kembali menjadi tanah. Yang tersisa hanyalah amal.

Begitulah dunia. Semuanya dipergilirkan. Dan pada saatnya nanti, kita semua akan berdiri di hadapan Allah, tanpa jabatan, tanpa pangkat, tanpa kekuasaan, hanya membawa catatan amal masing-masing. (*)


Jabatan menjadi tujuan. Kekayaan menjadi tujuan. Kekuasaan menjadi tujuan. Popularitas menjadi tujuan. Padahal semuanya hanyalah alat. (Foto: Ist) 
 

Wallahu a’lam bish-shawab.

Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network