HIKMAH JUMAT : Mengakui Kesalahan - Luka yang Disembuhkan oleh Kejujuran
Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini memberi harapan besar bagi siapa saja yang merasa penuh dosa.
Mungkin hari ini kita pernah menyakiti pasangan. Pernah memfitnah orang lain. Pernah berdusta. Pernah meninggalkan shalat. Pernah melukai hati orang tua.
Tetapi jangan biarkan dosa membuat kita menjauh dari Allah. Justru bawalah semua penyesalan itu ke hadapan-Nya. Menangislah dalam sujud. Akui semuanya.
Karena Allah tidak menunggu manusia sempurna untuk dicintai-Nya. Allah hanya ingin melihat hamba yang jujur dan mau kembali.
Kadang manusia baru ingin meminta maaf ketika semuanya sudah terlambat. Ketika orang tua telah tiada. Ketika pasangan memilih pergi. Ketika persahabatan hancur.
Ketika hati sudah terlalu terluka.
Padahal satu kalimat sederhana bisa menyelamatkan banyak hal: “Maaf, aku salah.”
Kalimat itu mungkin berat bagi ego, tetapi ringan di sisi Allah. Orang yang berani mengakui kesalahan sebenarnya adalah orang yang kuat. Sebab melawan gengsi jauh lebih sulit daripada melawan musuh.
Hari ini, mungkin ada nama yang muncul di pikiran kita. Seseorang yang pernah kita sakiti. Seseorang yang menunggu permintaan maaf kita. Atau mungkin Allah sedang menunggu kita kembali dalam taubat yang sungguh-sungguh.
Jangan tunda. Karena hidup terlalu singkat untuk dihabiskan mempertahankan kesombongan. Dan sungguh, tidak ada air mata yang lebih indah selain air mata seorang hamba yang akhirnya berkata kepada Allah: “Ya Allah… aku salah. Ampunilah aku.”
Semoga Allah melembutkan hati kita, memudahkan lisan kita untuk meminta maaf, dan menjadikan kita hamba yang rendah hati serta gemar bertaubat. Aamiin. (*)

Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Syahrir Rasyid