get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : Menghentikan Kelalaian

HIKMAH JUMAT : Muharram Mengetuk Pintu Hati: Masih Adakah Ruang untuk Hijrah?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 05:01 WIB
header img
Muharram seharusnya menjadi momen muhasabah. Sudahkah shalat kita lebih baik dibanding tahun lalu? Sudahkah Al-Qur'an lebih sering kita baca? (Foto: Ist)

Sering kali hati menjadi keras karena terlalu lama berdekatan dengan maksiat. Kita terbiasa menunda taubat hingga tidak lagi merasa bersalah ketika berbuat dosa. Padahal Baginda Rasulullah SAW mengingatkan bahwa dosa meninggalkan noda hitam dalam hati.

Jika dosa dan maksiat terus dilakukan tanpa taubat, hati akan tertutup sehingga sulit menerima kebenaran. Karena itu, hijrah yang paling penting adalah hijrah hati. Hati yang sebelumnya lalai menjadi ingat kepada Allah.

Hati yang sebelumnya sombong menjadi rendah hati. Hati yang sebelumnya mencintai dunia secara berlebihan menjadi lebih mencintai akhirat. Baginda Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat. Setiap kali seseorang meninggalkan kebiasaan buruk karena Allah, ia sedang berhijrah.

Ketika seseorang meninggalkan riba, meninggalkan ghibah, meninggalkan kebiasaan menunda shalat, atau meninggalkan dosa yang selama ini mengikat dirinya, maka sejatinya ia sedang menapaki jalan hijrah.

Selain itu, Muharram juga merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Baginda Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram bukan hanya waktu untuk merenung, tetapi juga kesempatan memperbanyak amal saleh. Memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan memperbaiki hubungan dengan sesama adalah langkah-langkah nyata untuk memulai tahun baru dengan keberkahan.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah taubat. Tidak ada hijrah tanpa taubat. Sebab hijrah adalah perjalanan kembali kepada Allah, dan pintu perjalanan itu bernama taubat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur [24]: 31)

Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir. Betapa banyak kesempatan beramal yang telah kita sia-siakan. Namun kabar baiknya, rahmat Allah selalu lebih luas daripada dosa-dosa kita.


Muharram seharusnya menjadi momen muhasabah. Sudahkah shalat kita lebih baik dibanding tahun lalu? Sudahkah Al-Qur'an lebih sering kita baca? (Foto: Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut