TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id – Meningkatnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap perempuan di Kabupaten Tangerang memicu perhatian serius pemerintah daerah.
Guna menekan angka kekerasan tersebut, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak para tokoh agama untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi perempuan dan anak.
Ajakan ini disampaikan Maesyal saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada Selasa lalu.
KDRT Sebuah Tragedi Kemanusiaan
Ia meminta guru ngaji, ustadz, ustadzah, hingga pimpinan pondok pesantren untuk mengambil peran aktif.
Menurut Maesyal, KDRT bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma agama dan moral masyarakat.
"Tokoh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan," ujar Maesyal.
Bangun Keluarga Harmonis
Maesyal berharap ruang-ruang dakwah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyampaikan pesan edukasi.
Mulai dari pentingnya membangun keluarga harmonis, tanggung jawab dalam rumah tangga, hingga pola pengasuhan anak yang sehat.
Selain penguatan edukasi keluarga yang berkelanjutan, Pemkab Tangerang juga berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi di lingkungan pondok pesantren.
Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta perangkat daerah terkait, agar pesantren dapat melahirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
