HIKMAH JUMAT : Sabar Saja Tidak Cukup

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Sabar saja tidak cukup. Kita sebenarnya sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kita tahu korupsi itu haram. Kita tahu suap itu dosa tetapi masih saja marak. (Foto: Ist)

Takwa bukan sekadar banyaknya simbol keagamaan yang melekat pada diri seseorang. Takwa terlihat ketika iman bertemu dengan godaan. Baginda Rasulullah SAW bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu menghapusnya, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan bahwa takwa bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah. Takwa harus melahirkan akhlak sosial. Orang yang benar-benar bertakwa tidak akan merasa bebas berbuat apa saja hanya karena memiliki kekuasaan.

Ujian Boleh Mengguncang, Tetapi Jangan Sampai Menghancurkan

Pada akhirnya, setiap manusia akan diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan kehilangan. Ada yang diuji dengan jabatan. Ada yang diuji dengan popularitas. Ada yang diuji dengan kekuasaan.

Jangan mengira hanya kesulitan yang merupakan ujian. Kekayaan adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Kepandaian adalah ujian. Bahkan popularitas adalah ujian. Yang menentukan bukan besar kecilnya ujian, tetapi apa yang terjadi pada iman kita setelah ujian itu datang.

Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka.” (HR. Tirmidzi)

Maka jangan selalu bertanya, “Mengapa Allah mengujiku?”

Sebab pada akhirnya, kemenangan bukan milik orang yang tidak pernah jatuh. Kemenangan adalah milik orang yang setiap kali jatuh, ia bangkit; setiap kali diuji, ia semakin dekat kepada Allah; dan setiap kali digoda, ia tetap memilih kebenaran.

Itulah makna penutup QS. Ali Imran [3] ayat ke-200: “Agar kamu beruntung.”

Maka jangan hanya menjadi orang yang pandai bersabar. Jadilah manusia yang mampu bertahan dalam kebenaran. Dunia membutuhkan manusia yang tetap jujur ketika kejujuran merugikannya, tetap amanah ketika kesempatan berkhianat terbuka, tetap rendah hati ketika memiliki kekuasaan, dan tetap takut kepada Allah ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Sabar saja tidak cukup. Kita harus bersabar, saling menguatkan, tetap teguh, dan bertakwa. Sebab ujian mungkin mengguncang hidup kita, tetapi jangan pernah biarkan ujian mengguncang iman kita. (*)


Pada akhirnya, setiap manusia akan diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan kekayaan. (Foto: Ist)

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network